Menyelami Keindahan Kapuas...

Belakangan ini saya sering menghabiskan akhir pekan bersama teman-teman saya dengan menikmati keindahan Kapuas. Salah satu tempat yang sering kami pilih untuk dikunjungi pada sore hari adalah taman alun-alun Kapuas.
.
Tempat ini kami pilih karena panorama senja yang disuguhkan tempat ini sangat istimewa. Saat matahari mulai turun, warna biru di langit perlahan berubah menjadi ungu dan merah muda. Kontras sekali dengan warna air sungai yang kecoklatan. Semuanya tampak berkilau diterpa sinar matahari senja yang teduh. Dan saat matahari beranjak surut, cahaya kemerahan bergantian menghiasi langit, bersama rona jingga yang memantulkan cahaya keemasan pada permukaan sungai. Benar-benar menyihir pandangan.
.
Untuk malam hari, kami biasa bersantai di salah satu cafe yang letaknya juga di tepi sungai Kapuas seraya menikmati capuchino panas. Cukup memberikan efek relaksasi tersendiri bagi saya. Dan yang lebih menenangkan adalah pesona sungai yang tak pudar keindahanya diwaktu malam.
.
Ya, gelap malam tak lantas membuat Kapuas hilang pesonanya. Ia justru tampak semakin menghibur mata. Pantulan sinar lampu beragam warna berkilat-kilat di atas air sungai yang pekat ditelan malam. Tak jauh di sana tampak jembatan Kapuas membentang, mengirimkan cahaya pada permukaan air yang menciptakan refleksi keemasan nan membius pandangan. Di langit purnama meraja. Bersanding jutaan bintang yang mengerling manja. Begitu eloknya sang malam membingkai keindahan maha pesona.
.
Semua kejenuhan seolah hanyut terbawa arus sungai yang tenang. Kapuas benar-benar menjadikan akhir pekan saya menyenangkan, bahkan nyaris sempurna.
.
Bagi anda yang bingung ke mana akan menghabiskan akhir pekan, silahkan menjadikan sungai Kapuas sebagai salah satu pilihan anda. Saya jamin, tidak akan rugi anda mencobanya.

Potensi Besar Kalbar...

Bukan sesuatu yang mengada-ada jika saya katakan bahwa Kalimantan Barat merupakan daerah dengan berjuta potensi. Salah satunya ialah potensi wisata alamnya yang sangat besar. Berbagai objek wisata terdapat di sini, mulai dari yang sudah tersohor keberadaannya hingga yang masih alami pesonanya. Tidak hanya keindahan alamnya, Kalimantan Barat juga memiliki berbagai objek wisata sejarah, budaya, bahkan kuliner yang kaya.
.
Bukan hanya wisata, dalam bidang perekonomian pun Kalimantan Barat sangat potensial untuk dikembangkan. Perkembangan ekonomi di kawasan ASEAN dan Asia Pasifik merupakan kesempatan besar bagi Kalimantan Barat untuk mengoptimalkan potensinya mengingat Kalimantan Barat daerah memiliki posisi geografis yang strategis untuk memperluas jaringan pemasaran dan perdagangan antarpropinsi serta internasional.
.
Selain itu, letaknya yang berada di jalur transportasi darat dan pelayaran internasional menjadi peluang yang cukup baik untuk membangun potensi ekonomi lewat kerjasama internasional. Untuk itu perlu diadakan pembangunan jaringan infrastruktur, termasuk membangun sarana dan prasarana transportasi, dan jaringan komunikasi yang baik di Kalbar. Semua itu tentunya sangat diperlukan dalam pengembangan pusat-pusat ekonomi di Kalimantan Barat.
.
Namun sayangnya, kurangnya pengembangan dan pengelolaan potensi yang ada saat ini membuat eksistensi pariwisata dan perekonomian Kalimantan Barat tak terdengar gaungnya. Ini dapat kita lihat dari rendahnya peningkatan yang terjadi di kedua aspek potensial tersebut. Promo pariwisata Kalimantan Barat tidaklah segencar yang dilakukan oleh daerah-daerah lain. Begitu juga pemanfaatan potensi perekonomiannya. Bahkan lokasi pasar Kapuas Besar yang menjadi pusat kegiatan perdagangan di Pontianak, Kalimantan Barat tampak tidak terawat. Mungkinkah perekonomian Kalbar dapat dikembangkan lebih jauh jika aspek-aspek perekonomian yang ada saja tidak dapat dipelihara dengan baik?
.
Ingin rasanya saya melakukan sesuatu yang lebih untuk bisa menjadikan kedua aspek penting Kalimantan Barat tersebut bisa lebih tampak eksistensinya di dalam kehidupan nasional dan internasional. Tapi kurangnya kompetensi yang saya miliki membuat saya tidak dapat berbuat banyak. Satu-satunya yang bisa saya berikan untuk saat ini hanya terus menulis tentang berbagai potensi yang dimiliki Kalimantan Barat. Dan saya berharap akan ada pembaca yang lebih kompeten untuk dapat ikut memberikan andil yang lebih besar dalam mengembangkan potensi besar yang dimiliki Kalimantan Barat. Karena Kalimantan Barat tidak mungkin bisa ditingkatkan eksistensinya jika bukan kita yang membangunnya...

Bersihkan Kapuas dengan Eceng Gondok

Akhir-akhir ini saya dan teman-teman sering menghabiskan sore di Taman Alun-alun Kapuas seraya menikmati lazuardi merah dan jingga dikala senja. Dan tetap saja, pesonanya tak pernah gagal menyihir pandangan. Namun sayangnya, di balik keindahannya yang memikat, ternyata Kapuas kini tak lagi sehat.
.
Kondisi sungai Kapuas agaknya kini semakin memburuk. Semakin tingginya penduduk yang bermukim di bantaran sungai sedikit banyak turut mempengaruhi keadaan sungai Kapuas yang kini terlihat semakin memprihatinkan. :c :c :c
a
Terkadang miris rasanya melihat masyarakat yang umumnya tergantung pada keberadaan air sungai Kapuas, justru tak jarang ikut mengotori sungai dengan sampah dan limbah rumah tangga. :# Selain membuat sungai tak lagi bersih, perilaku seperti ini tentunya dapat menghilangkan pesona sungai Kapuas.
a
Belum lagi jika mengingat kandungan logam berat yang semakin mencemari sungai. Setelah melalui beberapa kali dilakukan pengujian, dapat diketahui bahwa kandungan logam berat, terutama senyawa merkuri (methyl mercury), pada air sungai Kapuas sudah melebihi ambang batas. :o Keadaan seperti ini menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat, terlebih lagi mereka yang menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari. :(
a
Tak hanya airnya, ikan-ikan yang terdapat di sungai yang membelah Kalimantan sepanjang 1.143 km ini pun bisa jadi berbahaya untuk dikonsumsi. Mengapa? Hal ini dikarenakan logam berat yang terkandung dalam air sungai bisa saja masuk dan terkonsentrasi di dalam tubuh ikan. Jika logam berat masuk dan terakumulasi di tubuh manusia dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan hingga kerusakan susunan syaraf. :o
a
Masalah ini kini menjadi fokus bagi berbagai pihak, terutama pemerintah daerah. Namun, isu seperti ini tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan usaha dari pemerintah tanpa kontribusi masyarakat luas. Mengingat sedikit banyak masyarakat -baik disadari maupun tidak- juga mempunyai andil dalam menyebabkan pencemaran sungai, tentunya bukanlah hal yang berlebihan jika mereka dimintai tanggung jawabnya untuk ikut memperbaiki keadaan sungai Kapuas.
a
Tindakan yang diperlukan tidaklah harus berupa keikutsertaan dalam melakukan atau membiayai riset yang dewasa ini banyak dilakukan dalam rangka mencari jalan keluar dalam meminimalisir kerusakan dan efek pencemaran sungai Kapuas. Dengan tidak membuang sampah dan limbah ke sungai saja masyarakat sudah ikut serta menjaga kebersihan sungai Kapuas.
a
Jika masyarakat ingin membantu lebih dalam mengurangi kandungan logam berat di sungai salah satu alternatif tindakan yang bisa dilakukan yaitu dengan memanfaatkan eceng gondok (Eichornia crassipes). Ya, tanaman yang selama ini dianggap sebagai tanaman gulma ternyata bisa membantu dalam meminimalisir kandungan logam berat di sungai.
a
Mengapa eceng gondok?
a
Menurut penelitian di laboratorium Biokimia, Institut Pertanian Bogor diketahui bahwa ternyata tanaman eceng gondok ini dapat menyerap logam berat.
a
Penelitian daya serap eceng gondok dilakukan terhadap besi (Fe) tahun 1999 dan timbal (Pb) pada tahun 2000.
a
Hasil penelitian pertama membuktikan bahwa penurunan kadar logam Fe secara signifikan. Pada hari ke-7, kadar logam Fe dalam sampel air sumur menurun hingga 74,47 persen. Selanjutnya terlihat, semakin lama semakin banyak logam besi yang diserap, hingga mendekati 0.
a
Sedangkan penelitian kedua terhadap timbal (Pb) menunjukan adanya penurunan kadar logam Pb secara signifikan pada hari ke-7. Kadar logam Pb menurun hingga 99,7 persen. Analisis pada hari-hari selanjutnya (hari ke-14, 21, dan 28) menunjukkan perubahan kadar Pb tidak terlalu jauh dengan kadar logam Pb pada hari ke-7.
a
Eceng gondok terbukti mampu menurunkan kadar polutan timbal (Pb) dan besi (Fe). Oleh karena itu, diyakini eceng gondok juga mampu menurunkan kadar polutan merkuri (Hg), tembaga (Cu), dan seng (Zn). Sebab, secara struktur kimia, atom Hg, Zn, dan Cu termasuk dalam golongan logam berat bersama Pb dan Fe.
a
Pemanfaatan eceng gondok dalam memperbaiki kualitas air sudah sudah cukup sering dilakukan mengingat eceng gondok memiliki kemampuan menyerap zat pencemar yang tinggi daripada jenis tumbuhan lainnya. Kemampuan penyerapan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya komposisi dan kadar zat yang terkandung dalam air limbah, kerapatan eceng gondok, dan waktu tinggal eceng gondok dalam air limbah.
a
Buat anda semua, kini sudah ada banyak pilihan cara untuk ikut memberikan sumbangsih kita dalam menjaga sungai yang jadi nadinya Kalimantan Barat ini. Nah, sudah tidak ada alasan untuk tidak ikut menjaga sungai Kapuas dong?
;) ;p :)
a
Dari berbagai sumber

Jaga Lingkungan untuk Masa Depan...

Dewasa ini isu lingkungan semakin marak diperbincangkan. Bagaimana tidak jika melihat kondisi lingkungan kita yang semakin memprihatinkan. Dampaknya pun sedikit demi sedikit mulai terasa, mulai dari menurunnya kualitas air dan udara, hingga perubahan cuaca yang sudah tak lagi bisa diprediksi.a

Hal ini tentunya menjadi perhatian berbagai pihak, terutama dalam mencari alternatif untuk mengatasi masalah kelingkungan yang kian besar. Kini tidak hanya organisasi kelingkungan, pemerintah pun semakin gencar dalam menangani permasalahan ini. Bahkan semakin ramai individu yang secara perseorangan mulai ambil bagian dalam menyikapi isu kelingkungan yang dihadapi. Dan memang sudah menjadi masalah bersama untuk mencari jalan keluar dari masalah kelingkungan yang ada saat ini.

Untuk itu bukanlah hal yang berlebihan jika setiap orang diminta untuk terlibat dalam masalah yang kini menjadi fokus seluruh dunia ini. Aksi yang diminta bukanlah sesuatu yang besar. Dengan hal-hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, atau ikut andil dalam menghemat penggunaan energi saja sudah menjadi aksi yang sangat berarti. Aksi yang kita lakukan bukan untuk siapa-siapa selain untuk menjaga kehidupan, bagi kita dan generasi masa depan.a

Sedikit aksi untuk Kalimantanku tercinta terutama Kalimantan Barat, saya ingin mengajak sobat-sobat blogger semua, mari bersama kita siarkan semangat menjaga lingkungan kepada dunia. Satu tulisan untuk lestarikan lingkungan. Keep blogging for the earth...a

Let's start to heal the world we living. For you and for me, and also for the next generation...a;p ;)

Save our earth, save our life, save our future !!!a

Gambar : www.profilemile.com

Simping, Pulau Mungil nan Memesona...

Kalimantan Barat merupakan daerah dengan beragam objek wisata yang memesona. Mulai dari Tugu Khatulistiwa dan Sungai Kapuasnya yang tersohor, pantai-pantainya yang tak kalah indah, hingga beragam panorama alamnya yang belum terjamah. Belum lagi kekhasan budaya dari masyarakat setempat.
a
Salah satu di antara berbagai objek wisata yang ada di Kalimantan Barat, ada satu yang sangat unik dan pastinya hanya ada di Kalimantan Barat saja. Ialah pulau Simping. Pulau yang dahulunya dikenal dengan nama pulau Kelapa Dua ini terletak di Teluk Mak Jantu', tepatnya berada di kawasan Sinka Island Park, Singkawang.
a
Yang menjadikan Pulau ini sangat unik adalah keberadaannya yang ternyata merupakan 'PULAU TERKECIL DI DUNIA'. Rekor ini sendiri sudah dicatat oleh PBB, sehingga keberadaannya sebagai pulau terkecil sudah diakui oleh dunia internasional. Hmm, unik bukan?


Pulau ini merupakan daratan yang tediri dari pasir dan bebatuan yang ditumbuhi beberapa pohon di atasnya. Di sana juga terdapat semacam klenteng kecil tempat warga tiong hoa setempat biasa sembahyang. Di pulau mungil ini juga tersedia suguhan pemandangan pantai, laut, dan perbukitan yang apik mengelilinginya. Tak heran jika pulau ini hampir tak pernah sepi pengunjung.
a
Lokasi objek wisata ini cukup mudah dijangkau. Dari kota Pontianak hingga ke Sinka Island Park sendiri memakan waktu sekitar 3-4 jam perjalanan. Untuk dapat menyeberang ke pulau ini tidaklah sulit karena sudah ada jembatan yang menghubungkannya ke pantai, sehingga anda bisa mencapainya dengan berjalan kaki saja. Tertarik untuk berkunjung ?
Gambar : forum.lintascafe.com

Copyright © 2008 - Catatan Saia... - is proudly powered by Blogger
Blogger Template