Karena Cinta Tak Harus Berbentuk Bunga

Waah, ternyata sudah lama sekali blog ini tak pernah saya isi lagi. Hmm, ke mana saja ya saya selama ini? hihihi. Yaah, sekedar biar ada pemandangan baru di deretan postingan, kali ini saya mengutip sebuah cerita, bisa dibilang salah satu cerita favorit saya, yang romantiiiiis sekali. Selamat membacaa...

"Aku mencintai suamiku karena sifatnya yang apa adanya dan begitu menyukai perasaan aman dan tentram yang muncul di hati ketika bersanding dengannya. Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa perkawinan, harus aku akui bahwa mulai timbul rasa bosan dan lelah dengan kehidupan berumahtangga dengannya dan alasan-alasan mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

Aku seorang wanita yang berjiwa sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Aku merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan belaian. Tetapi semua itu tidak lagi aku peroleh. Suamiku kini jauh berbeda dari apa yang aku harapkan dulu. Rasa sensitifnya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam perkawinan kami telah memusnahkan semua harapan tentang kehidupan cinta yang ideal.

Suatu hari, aku beranikan diri untuk menyatakan keputusan untuk bercerai!! “Mengapa?”, dia bertanya dengan terkejut. “Aku lelah, kamu tidak pernah memberikan cinta yang aku inginkan.” Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, nampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak. Kekecewaan aku semakin bertambah, seorang lelaki yang tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang dapat aku harapkan darinya?


Dan akhirnya ia pun berkata. “Apa yang dapat aku lakukan untuk mengubah keputusanmu itu?”.

Aku menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan perlahan, “Aku ada satu pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya, aku akan mengubah keputusanku. Seandainya, aku menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kau memanjat gunung itu, kau akan mati. Apakah kau akan melakukannya untukku..?” Dia pun termenung dan akhirnya berkata, “Aku akan memberikan jawabannya besok pagi.” Hatiku langsung gundah mendengar reaksinya.

Keesokan paginya, kulihat suamiku tidak berada di rumah, dan aku menemukan selembar kerta dengan coretan tangannya di bawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan.. “Sayang, aku tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi izinkan aku untuk menjelaskan alasannya” Kalimat pertama ini menghancurkan hatiku.


Aku lantas terus membacanya. “Sayang kau biasa menggunakan komputer dan selalu menghadapi masalah kerusakan program di dalamnya dan akhirnya menangis di depan monitor, aku harus memberikan jari-jariku supaya dapat membantumu dan memperbaiki programnya.” “Kau selalu lupa membawa kunci rumah ketika keluar rumah, dan aku harus memberikan kakiku supaya dapat menendang pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.” “Kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu tersesat di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi. Aku harus menunggu di rumah agar dapat memberikan mataku membantumu mengarahkan jalan untukmu melalui peta.”

“Kamu selalu kelelahan pada waktu teman baikmu datang setiap bulan, dan aku harus memberikan tanganku untuk memijit kakimu yang terkilir.” “Kamu seorang yang suka diam dirumah, dan aku selalu khawatir kamu akan menjadi ‘aneh’. Dan aku harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami.” “Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, aku harus menjaga mataku agar ketika kita tua nanti, aku masih dapat menolong memotong kukumu dan mencabuti ubanmu.”


“Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menyusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu”. “Tetapi sayangku, aku tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, aku tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku..” “Sayangku, aku tahu, di luar sana ada banyak orang yang mampu mencintaimu lebih dari aku mencintaimu…”

“Untuk itu sayangku, jika semua yang telah kuberikan dengan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu, Aku tidak dapat menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu.” Air mataku jatuh di atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi aku tetap berusaha untuk membaca kelanjutannya…


“Dan sekarang sayangku….. kamu telah selesai membaca penjelasanku ini. Jika kau berpuas hati dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, aku sekarang sedang berdiri di luar pintu menunggu jawabanmu” “Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk mengambil barang-barangku, dan aku tidak akan menyusahkan hidupmu lagi. Percayalah, kebahagiaanku adalah apabila kau bahagia.”

Aku segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah sendu sambil memegang susu dan roti kesukaanku. Oh Tuhan… kini baru aku tahu, tidak ada orang lain yang pernah mencintaiku lebih dari dia mencintaiku."

Fenomena Halo di Langit Pontianak

Hwaaah...
udah lama juga ya nggak posting di blog ini. Udah ampir setahun. Semenjak kuliah memang saya jarang banget menghasilkan postingan. Kalaupun mau ngepost tulisan, biasanya cuma di blog pribadiku aja...

Anyway, kali ini saya mau sedikit bercerita soal fenomena unik yang kemarin sempat terlihat di langit Pontianak.
Kemarin, saat baru selesai kuliah, tiba-tiba ada teman yang 'rame' waktu melihat pelangi melingkari matahari. Beberapa teman terlihat heboh, dan sebagian ada yang berusaha mengabadikan pemandangan unik ini. Tapi ada yang sepertinya agak surprise melihat fenomena tersebut, dan mulai berfikir bahwa ini merupakan sebuah pertanda buruk. Bahkan ada yang mengaitkan fenomena ini dengan isu kiamat yang belakangan ramai diperbincangkan.

Sebenarnya peristiwa ini merupakan sesuatu yang lumrah terjadi. Fenomena seperti ini biasa disebut dengan fenomena halo. Fenomena ini memang jarang terjadi di Indonesia, namun di belahan bumi Eropa hal ini bukan hal yang baru dan sudah sering terjadi.

Untuk menjelaskan sebab terjadinya fenomena halo ini, berikut saya kutipkan sebuah artikel dari Borneo Tribune.

Peristiwa Matahari dikelilingi cicin pelangi di saat langit cerah tiada hujan itu disebut fenomena Halo 220 (halo dua puluh derajad). Peristiwa ini terjadi apa bila berkas cahaya Matahari menembus lapisan awan Cirrus yang tipis.

Awan Cirrus berada sekitar 7.000 km dari permukaan laut. Pada posisi setinggi ini, uap air berubah menjadi kristal es. Kristal es berbentuk heksagonal-segi enam (Gambar 2) Berkas cahaya matahari menembus kristal es yang berbentuk segi enam beraturan (besar sudut dalamnya 600). Indeks bias kristal es ini 1.31.

Berkas itu oleh kristal es dibiaskan dengan sudut deviasi sekitar 220. Berkas cahaya putih yang berasal dari Matahari ini sesungguhnya terdiri banyak warna, yaitu: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Masing-masing warna ini mempunyai indek bias yang berbeda-beda. Karena itu, setelah melewati kristal es berkas cahaya ini diuraikan menjadi sederetan warna yang disebut warna pelangi. Berkas cahaya yang warna-warni seperti warna pelangi inilah yang pada hari Jumat, 11 Juni 2010, tampak di langit Pontianak.

Pengamatan yang lebih teliti dengan indeks bias kristal es 1,317, menghasilkan sudut deviasi sebesar 21.540 bagi cahaya merah dan 22.370 bagi cahaya biru. Sudut deviasi minimum berkas cahaya yang lain berada di antara ini.

Bagian dalam cicin terlihat warna merah kuat dan tajam.. Di posisi luar cincin cahaya tampak lebih biru tetapi kurang tajam. Fenomena Halo yang sudut deviasinya sebasar 220 disebut Halo 220.

Selain Halo 220 ada jenis Halo yang lain. Jika langit tertutup awan agak tipis, di langit juga terbentuk cincin putih mengelilingi Matahari. Saat itu tidak terjadi hujan.

Cicin putih juga dapat terjadi di malam bulan purnama. Jika malam cerah, serta ada seberkas awan tipis menutup cahaya bulan sering terlihat cincin putih agak gelap mengelilingi Bulan. Itu disebut peristiwa Halo Bulan.

Penomena halo yang dikenal dengan nama kaca mata yaitu terjadi pada saat berkas cahaya Matahari menembus kabut asap. Coba perhatikan kelak jika Pontianak mengalami kabut asap. Cahaya Matahari didifransi oleh butir-butir asap yang garis tengahnya sekitar 2.18 micron. Karena terlihat ’dua’ matahari maka peristiwa ini disebut penomena Kaca mata.

Penomena Corona terjadi juga jika berkas cahaya Matahari melewati titik air (uap air) yang membentuk awan tipis yang tidak begitu putih. Berkas cahaya ini akan mengalami difraksi. Peristiwa difraksi cahaya matahari ketika memebus awan tipis yang berupa titik air tidak terjadi begitu saja. Titik-tiki air itu harus memiliki ukuran besar tertentu, yaitu sebesar 2.18 micron.

Sejauh pengamatan yang dapat dicacat, penomena Halo 220 di langit Pontianak lebih jarang terjadi dibadingkan dengan penomena Halo biasa. Peristiwa Halo biasa hampir selalu terjadi jika ada awan tipis berarakan memotong berkas cahaya Matahari. Peristiwa Halo Bulan juga sering terlihat di langit Pontianak jika bulan purnama. Halo bulan juga tidak kalah indah dari peristiwa halo 220.


Nah, mulai sekarang tidak panik lagi dong, jika nantinya melihat fenomena halo ini?

Menyelami Keindahan Kapuas...

Belakangan ini saya sering menghabiskan akhir pekan bersama teman-teman saya dengan menikmati keindahan Kapuas. Salah satu tempat yang sering kami pilih untuk dikunjungi pada sore hari adalah taman alun-alun Kapuas.
.
Tempat ini kami pilih karena panorama senja yang disuguhkan tempat ini sangat istimewa. Saat matahari mulai turun, warna biru di langit perlahan berubah menjadi ungu dan merah muda. Kontras sekali dengan warna air sungai yang kecoklatan. Semuanya tampak berkilau diterpa sinar matahari senja yang teduh. Dan saat matahari beranjak surut, cahaya kemerahan bergantian menghiasi langit, bersama rona jingga yang memantulkan cahaya keemasan pada permukaan sungai. Benar-benar menyihir pandangan.
.
Untuk malam hari, kami biasa bersantai di salah satu cafe yang letaknya juga di tepi sungai Kapuas seraya menikmati capuchino panas. Cukup memberikan efek relaksasi tersendiri bagi saya. Dan yang lebih menenangkan adalah pesona sungai yang tak pudar keindahanya diwaktu malam.
.
Ya, gelap malam tak lantas membuat Kapuas hilang pesonanya. Ia justru tampak semakin menghibur mata. Pantulan sinar lampu beragam warna berkilat-kilat di atas air sungai yang pekat ditelan malam. Tak jauh di sana tampak jembatan Kapuas membentang, mengirimkan cahaya pada permukaan air yang menciptakan refleksi keemasan nan membius pandangan. Di langit purnama meraja. Bersanding jutaan bintang yang mengerling manja. Begitu eloknya sang malam membingkai keindahan maha pesona.
.
Semua kejenuhan seolah hanyut terbawa arus sungai yang tenang. Kapuas benar-benar menjadikan akhir pekan saya menyenangkan, bahkan nyaris sempurna.
.
Bagi anda yang bingung ke mana akan menghabiskan akhir pekan, silahkan menjadikan sungai Kapuas sebagai salah satu pilihan anda. Saya jamin, tidak akan rugi anda mencobanya.

Potensi Besar Kalbar...

Bukan sesuatu yang mengada-ada jika saya katakan bahwa Kalimantan Barat merupakan daerah dengan berjuta potensi. Salah satunya ialah potensi wisata alamnya yang sangat besar. Berbagai objek wisata terdapat di sini, mulai dari yang sudah tersohor keberadaannya hingga yang masih alami pesonanya. Tidak hanya keindahan alamnya, Kalimantan Barat juga memiliki berbagai objek wisata sejarah, budaya, bahkan kuliner yang kaya.
.
Bukan hanya wisata, dalam bidang perekonomian pun Kalimantan Barat sangat potensial untuk dikembangkan. Perkembangan ekonomi di kawasan ASEAN dan Asia Pasifik merupakan kesempatan besar bagi Kalimantan Barat untuk mengoptimalkan potensinya mengingat Kalimantan Barat daerah memiliki posisi geografis yang strategis untuk memperluas jaringan pemasaran dan perdagangan antarpropinsi serta internasional.
.
Selain itu, letaknya yang berada di jalur transportasi darat dan pelayaran internasional menjadi peluang yang cukup baik untuk membangun potensi ekonomi lewat kerjasama internasional. Untuk itu perlu diadakan pembangunan jaringan infrastruktur, termasuk membangun sarana dan prasarana transportasi, dan jaringan komunikasi yang baik di Kalbar. Semua itu tentunya sangat diperlukan dalam pengembangan pusat-pusat ekonomi di Kalimantan Barat.
.
Namun sayangnya, kurangnya pengembangan dan pengelolaan potensi yang ada saat ini membuat eksistensi pariwisata dan perekonomian Kalimantan Barat tak terdengar gaungnya. Ini dapat kita lihat dari rendahnya peningkatan yang terjadi di kedua aspek potensial tersebut. Promo pariwisata Kalimantan Barat tidaklah segencar yang dilakukan oleh daerah-daerah lain. Begitu juga pemanfaatan potensi perekonomiannya. Bahkan lokasi pasar Kapuas Besar yang menjadi pusat kegiatan perdagangan di Pontianak, Kalimantan Barat tampak tidak terawat. Mungkinkah perekonomian Kalbar dapat dikembangkan lebih jauh jika aspek-aspek perekonomian yang ada saja tidak dapat dipelihara dengan baik?
.
Ingin rasanya saya melakukan sesuatu yang lebih untuk bisa menjadikan kedua aspek penting Kalimantan Barat tersebut bisa lebih tampak eksistensinya di dalam kehidupan nasional dan internasional. Tapi kurangnya kompetensi yang saya miliki membuat saya tidak dapat berbuat banyak. Satu-satunya yang bisa saya berikan untuk saat ini hanya terus menulis tentang berbagai potensi yang dimiliki Kalimantan Barat. Dan saya berharap akan ada pembaca yang lebih kompeten untuk dapat ikut memberikan andil yang lebih besar dalam mengembangkan potensi besar yang dimiliki Kalimantan Barat. Karena Kalimantan Barat tidak mungkin bisa ditingkatkan eksistensinya jika bukan kita yang membangunnya...

Bersihkan Kapuas dengan Eceng Gondok

Akhir-akhir ini saya dan teman-teman sering menghabiskan sore di Taman Alun-alun Kapuas seraya menikmati lazuardi merah dan jingga dikala senja. Dan tetap saja, pesonanya tak pernah gagal menyihir pandangan. Namun sayangnya, di balik keindahannya yang memikat, ternyata Kapuas kini tak lagi sehat.
.
Kondisi sungai Kapuas agaknya kini semakin memburuk. Semakin tingginya penduduk yang bermukim di bantaran sungai sedikit banyak turut mempengaruhi keadaan sungai Kapuas yang kini terlihat semakin memprihatinkan. :c :c :c
a
Terkadang miris rasanya melihat masyarakat yang umumnya tergantung pada keberadaan air sungai Kapuas, justru tak jarang ikut mengotori sungai dengan sampah dan limbah rumah tangga. :# Selain membuat sungai tak lagi bersih, perilaku seperti ini tentunya dapat menghilangkan pesona sungai Kapuas.
a
Belum lagi jika mengingat kandungan logam berat yang semakin mencemari sungai. Setelah melalui beberapa kali dilakukan pengujian, dapat diketahui bahwa kandungan logam berat, terutama senyawa merkuri (methyl mercury), pada air sungai Kapuas sudah melebihi ambang batas. :o Keadaan seperti ini menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat, terlebih lagi mereka yang menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari. :(
a
Tak hanya airnya, ikan-ikan yang terdapat di sungai yang membelah Kalimantan sepanjang 1.143 km ini pun bisa jadi berbahaya untuk dikonsumsi. Mengapa? Hal ini dikarenakan logam berat yang terkandung dalam air sungai bisa saja masuk dan terkonsentrasi di dalam tubuh ikan. Jika logam berat masuk dan terakumulasi di tubuh manusia dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan hingga kerusakan susunan syaraf. :o
a
Masalah ini kini menjadi fokus bagi berbagai pihak, terutama pemerintah daerah. Namun, isu seperti ini tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan usaha dari pemerintah tanpa kontribusi masyarakat luas. Mengingat sedikit banyak masyarakat -baik disadari maupun tidak- juga mempunyai andil dalam menyebabkan pencemaran sungai, tentunya bukanlah hal yang berlebihan jika mereka dimintai tanggung jawabnya untuk ikut memperbaiki keadaan sungai Kapuas.
a
Tindakan yang diperlukan tidaklah harus berupa keikutsertaan dalam melakukan atau membiayai riset yang dewasa ini banyak dilakukan dalam rangka mencari jalan keluar dalam meminimalisir kerusakan dan efek pencemaran sungai Kapuas. Dengan tidak membuang sampah dan limbah ke sungai saja masyarakat sudah ikut serta menjaga kebersihan sungai Kapuas.
a
Jika masyarakat ingin membantu lebih dalam mengurangi kandungan logam berat di sungai salah satu alternatif tindakan yang bisa dilakukan yaitu dengan memanfaatkan eceng gondok (Eichornia crassipes). Ya, tanaman yang selama ini dianggap sebagai tanaman gulma ternyata bisa membantu dalam meminimalisir kandungan logam berat di sungai.
a
Mengapa eceng gondok?
a
Menurut penelitian di laboratorium Biokimia, Institut Pertanian Bogor diketahui bahwa ternyata tanaman eceng gondok ini dapat menyerap logam berat.
a
Penelitian daya serap eceng gondok dilakukan terhadap besi (Fe) tahun 1999 dan timbal (Pb) pada tahun 2000.
a
Hasil penelitian pertama membuktikan bahwa penurunan kadar logam Fe secara signifikan. Pada hari ke-7, kadar logam Fe dalam sampel air sumur menurun hingga 74,47 persen. Selanjutnya terlihat, semakin lama semakin banyak logam besi yang diserap, hingga mendekati 0.
a
Sedangkan penelitian kedua terhadap timbal (Pb) menunjukan adanya penurunan kadar logam Pb secara signifikan pada hari ke-7. Kadar logam Pb menurun hingga 99,7 persen. Analisis pada hari-hari selanjutnya (hari ke-14, 21, dan 28) menunjukkan perubahan kadar Pb tidak terlalu jauh dengan kadar logam Pb pada hari ke-7.
a
Eceng gondok terbukti mampu menurunkan kadar polutan timbal (Pb) dan besi (Fe). Oleh karena itu, diyakini eceng gondok juga mampu menurunkan kadar polutan merkuri (Hg), tembaga (Cu), dan seng (Zn). Sebab, secara struktur kimia, atom Hg, Zn, dan Cu termasuk dalam golongan logam berat bersama Pb dan Fe.
a
Pemanfaatan eceng gondok dalam memperbaiki kualitas air sudah sudah cukup sering dilakukan mengingat eceng gondok memiliki kemampuan menyerap zat pencemar yang tinggi daripada jenis tumbuhan lainnya. Kemampuan penyerapan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya komposisi dan kadar zat yang terkandung dalam air limbah, kerapatan eceng gondok, dan waktu tinggal eceng gondok dalam air limbah.
a
Buat anda semua, kini sudah ada banyak pilihan cara untuk ikut memberikan sumbangsih kita dalam menjaga sungai yang jadi nadinya Kalimantan Barat ini. Nah, sudah tidak ada alasan untuk tidak ikut menjaga sungai Kapuas dong?
;) ;p :)
a
Dari berbagai sumber

Copyright © 2008 - Cuma Catatan Biasa - is proudly powered by Blogger
Blogger Template