.
.
Terkadang miris rasanya melihat masyarakat yang umumnya tergantung pada keberadaan air sungai Kapuas, justru tak jarang ikut mengotori sungai dengan sampah dan limbah rumah tangga. :# Selain membuat sungai tak lagi bersih, perilaku seperti ini tentunya dapat menghilangkan pesona sungai Kapuas.
Masalah ini kini menjadi fokus bagi berbagai pihak, terutama pemerintah daerah. Namun, isu seperti ini tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan usaha dari pemerintah tanpa kontribusi masyarakat luas. Mengingat sedikit banyak masyarakat -baik disadari maupun tidak- juga mempunyai andil dalam menyebabkan pencemaran sungai, tentunya bukanlah hal yang berlebihan jika mereka dimintai tanggung jawabnya untuk ikut memperbaiki keadaan sungai Kapuas.
a
Eceng gondok terbukti mampu menurunkan kadar polutan timbal (Pb) dan besi (Fe). Oleh karena itu, diyakini eceng gondok juga mampu menurunkan kadar polutan merkuri (Hg), tembaga (Cu), dan seng (Zn). Sebab, secara struktur kimia, atom Hg, Zn, dan Cu termasuk dalam golongan logam berat bersama Pb dan Fe.
Hal ini tentunya menjadi perhatian berbagai pihak, terutama dal
am mencari alternatif untuk mengatasi masalah kelingkungan yang kian besar. Kini tidak hanya organisasi kelingkungan, pemerintah pun semakin gencar dalam menangani permasalahan ini. Bahkan semakin ramai individu yang secara perseorangan mulai ambil bagian dalam menyikapi isu kelingkungan yang dihadapi. Dan memang sudah menjadi masalah bersama untuk mencari jalan keluar dari masalah kelingkungan yang ada saat ini.
Untuk itu bukanlah hal yang berlebihan jika setiap orang diminta untuk terlibat dalam masalah yang kini menjadi fokus seluruh dunia ini. Aksi yang diminta bukanlah sesuatu yang besar. Dengan hal-hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, atau ikut andil dalam menghemat penggunaan energi saja sudah menjadi aksi yang sangat berarti. Aksi yang kita lakukan bukan untuk siapa-siapa selain untuk menjaga kehidupan, bagi kita dan generasi masa depan.a
Sedikit aksi untuk Kalimantanku tercinta terutama Kalimantan Barat, saya ingin mengajak sobat-sobat blogger semua, mari bersama kita siarkan semangat menjaga lingkungan kepada dunia. Satu tulisan untuk lestarikan lingkungan. Keep blogging for the earth...a
Let's start to heal the world we living. For you and for me, and also for the next generation...a;p ;)
Gambar : www.profilemile.com

Yang menjadikan Pulau ini sangat unik adalah keberadaannya yang ternyata merupakan 'PULAU TERKECIL DI DUNIA'. Rekor ini sendiri sudah dicatat oleh PBB, sehingga keberadaannya sebagai pulau terkecil sudah diakui oleh dunia internasional. Hmm, unik bukan?
biasa sembahyang.
Di pulau mungil ini juga tersedia suguhan pemandangan pantai, laut, dan perbukitan yang apik mengelilinginya. Tak heran jika pulau ini hampir tak pernah sepi pengunjung.a
Lokasi objek wisata ini cukup mudah dijangkau. Dari kota Pontianak hingga ke Sinka Island Park sendiri memakan waktu sekitar 3-4 jam perjalanan. Untuk dapat menyeberang ke pulau ini tidaklah sulit karena sudah ada jembatan yang menghubungkannya ke pantai, sehingga anda bisa mencapainya dengan berjalan kaki saja. Tertarik untuk berkunjung ?