Singkawang merupakan kota terbesar kedua di Kalimantan Barat setelah Pontianak. Gedung-gedung tua yang telah berdiri sejak zaman pendudukan Belanda memberikan nuansa tersndiri di samping suasana kotanya yang begitu tenang.
Namun, ada satu hal yang membuat kota yang terletak sekitar 120 km arah utara Pontianak ini begitu khas dan berbeda. Kota yang mayoritas penduduknya adalah warga keturunan cina ini memiliki nuansa oriental yang sangat kental. Di kota ini anda dapat menemui ratusan bahkan ribuan klenteng atau -biasa disebut warga lokal- pekong. Tak heran kota ini biasa dijuluki kita seribu klenteng.
Tak berhenti sampai di situ, nuansa oriental yang ditawarkan akan lebih kental terasa pada perayaan tahun baru imlek. Perayaan tahun baru imlek di kota ini sangat meriah, dan akan mencapai puncaknya pada perayaan cap go meh. Cap go meh sendiri jatuh pada hari kelima belas bulan pertama pada penanggalan cina. Pada hari itu seluruh penduduk akan tumpah ruah ke jalan-jalan untuk menyaksikan arak-arakan barongsai dan naga yang dipertontonkan secara gratis. selain itu, kita juga dapat melihat tatung atau dukun yang sedang kerasukan diarak dengan tandu yang dudukan dan pijakannya terbuat dari pedang, tombak, paku, dan benda tajam lainnya. Tatung itu akan menusukkan kawat besi hingga menembus kulit wajahnya. Hmm, lumayan ekstrim.
Singkawang tidak hanya memberikan aura pecinan pada perayaan tahun baru imlek saja. Pada hari-hari biasa pun anda juga bisa menemui suasana khas tiong hoa. Caranya dengan mengunjungi Pasar Hongkong. Pasar Hongkong? Ya, meski namanya Pasar Hongkong, letaknya masih di Singkawang.
Pasar yang resminya bernama pasar beringin ini sangat menunjukkan nafas khas kota-kota pecinan. Pada siang hingga sore hari pasar ini dipenuh toko-toko sembako dan kelontong. Dan pada sore hingga subuh pasar ini akan berubah menjadi pasar malam yang dipenuhi oleh gerobak-gerobak dorong yang menjual beraneka pilihan kuliner, mulai dari martabak manis hingga mie goreng Pasar Hongkong yang tak diragukan kelezatannya. Nah, Pasar malam inilah yang kemudian lebih dikenal dengan Pasar Hongkong.
Hmm, tertarik untuk berkunjung?
Namun, ada satu hal yang membuat kota yang terletak sekitar 120 km arah utara Pontianak ini begitu khas dan berbeda. Kota yang mayoritas penduduknya adalah warga keturunan cina ini memiliki nuansa oriental yang sangat kental. Di kota ini anda dapat menemui ratusan bahkan ribuan klenteng atau -biasa disebut warga lokal- pekong. Tak heran kota ini biasa dijuluki kita seribu klenteng.
Tak berhenti sampai di situ, nuansa oriental yang ditawarkan akan lebih kental terasa pada perayaan tahun baru imlek. Perayaan tahun baru imlek di kota ini sangat meriah, dan akan mencapai puncaknya pada perayaan cap go meh. Cap go meh sendiri jatuh pada hari kelima belas bulan pertama pada penanggalan cina. Pada hari itu seluruh penduduk akan tumpah ruah ke jalan-jalan untuk menyaksikan arak-arakan barongsai dan naga yang dipertontonkan secara gratis. selain itu, kita juga dapat melihat tatung atau dukun yang sedang kerasukan diarak dengan tandu yang dudukan dan pijakannya terbuat dari pedang, tombak, paku, dan benda tajam lainnya. Tatung itu akan menusukkan kawat besi hingga menembus kulit wajahnya. Hmm, lumayan ekstrim.
Singkawang tidak hanya memberikan aura pecinan pada perayaan tahun baru imlek saja. Pada hari-hari biasa pun anda juga bisa menemui suasana khas tiong hoa. Caranya dengan mengunjungi Pasar Hongkong. Pasar Hongkong? Ya, meski namanya Pasar Hongkong, letaknya masih di Singkawang.
Pasar yang resminya bernama pasar beringin ini sangat menunjukkan nafas khas kota-kota pecinan. Pada siang hingga sore hari pasar ini dipenuh toko-toko sembako dan kelontong. Dan pada sore hingga subuh pasar ini akan berubah menjadi pasar malam yang dipenuhi oleh gerobak-gerobak dorong yang menjual beraneka pilihan kuliner, mulai dari martabak manis hingga mie goreng Pasar Hongkong yang tak diragukan kelezatannya. Nah, Pasar malam inilah yang kemudian lebih dikenal dengan Pasar Hongkong.
Hmm, tertarik untuk berkunjung?
0 komentar:
Poskan Komentar