Tahun ini beranjak menjemput akhirnya. Menyongsong tahun baru yang sudah di depan mata. Tapi, di antara hari-hari yang silih berganti mendekati pergantian tahun, di sana, di tanah Palestina mortir-mortir Israel masih saja terus menggempur jalur Gaza.
Sabtu, 27 Desember 2008, lebih dari 300 jiwa terenggut begitu saja, belum lagi 1.400 korban luka lainnya. Dengan alasan serangan balasan, rumah sakit dan tempat ibadah ikut luluh lantak dibombardir. Masyarakat sipil menjadi korban, termasuk pula wanita dan anak-anak. Miris rasanya membanyangkan saat misil-misil tentara Israel menembus tubuh-tubuh tak berdosa itu.
Berdalih bahwa tentara Hamas telah melakukan hal yang sama pada mereka, Israel membabi buta. Seolah tak punya hati, mereka seolah menganggap tindakannya wajar saja. Padahal seluruh dunia telah mengecam tindakan mereka. Kalau memang tentara Hamas bersalah, lantas mengapa masyarakat sipil yang harus menjadi tumbalnya.
Tidakkah mereka punya otak untuk berpikir betapa sadis yang mereka lakukan. Tidakkah mata untuk melihat seberapa besar kehancuran yang mereka sebabkan. Tidakkah mereka punya hati untuk iba pada anak-anak yang menjadi yatim karena gempuran Israel telah merenggut orang tuanya...
Sabtu, 27 Desember 2008, lebih dari 300 jiwa terenggut begitu saja, belum lagi 1.400 korban luka lainnya. Dengan alasan serangan balasan, rumah sakit dan tempat ibadah ikut luluh lantak dibombardir. Masyarakat sipil menjadi korban, termasuk pula wanita dan anak-anak. Miris rasanya membanyangkan saat misil-misil tentara Israel menembus tubuh-tubuh tak berdosa itu.
Berdalih bahwa tentara Hamas telah melakukan hal yang sama pada mereka, Israel membabi buta. Seolah tak punya hati, mereka seolah menganggap tindakannya wajar saja. Padahal seluruh dunia telah mengecam tindakan mereka. Kalau memang tentara Hamas bersalah, lantas mengapa masyarakat sipil yang harus menjadi tumbalnya.
Tidakkah mereka punya otak untuk berpikir betapa sadis yang mereka lakukan. Tidakkah mata untuk melihat seberapa besar kehancuran yang mereka sebabkan. Tidakkah mereka punya hati untuk iba pada anak-anak yang menjadi yatim karena gempuran Israel telah merenggut orang tuanya...