Terlupakan atau Dilupakan?


Tangan-tangan rapuh yang kokoh terus saja mengais asa, mencari rasa iba di antara sisa-sisa hati yang nelangsa menatap tubuh-tubuh lusuh mereka. Seraya menanti tangan terulur padanya, menawarkan sesuap harap akan adanya hari depan.

Tangan-tangan rapuh yang kokoh itu mencoba mencari kebahagiaan tak bertuan di sudut-sudut jalan yang tak pernah seorang pun ingin singgah.Mencoba membangun hidup di sisi yang tersisihkan. menafikan impian meski kenyataan tidaklah ramah.

Tangan-tangan rapuh itu bukan gelandangan. Hanya orang-orang yang terpinggirkan. Terusir oleh kehidupan komersil. Mereka bukan terbuang, tapi sengaja dibuang oleh ketidak perdulian yang terakumulasi dalam rasa tega tanpa iba. Terjebak dalam liang keterpurukan dan dilupakan. Hanya bisa mengharap akan ada yang tangan terulur menawarkan perubahan, karena tiada dayanya untuk keluar dari dinding ketiadaan yang entah sejak kapan mencengkeram mereka dalam sisi yang terlupakan...

0 komentar:

Copyright © 2008 - Cuma Catatan Biasa - is proudly powered by Blogger
Blogger Template