Fenomena Halo di Langit Pontianak

Hwaaah...
udah lama juga ya nggak posting di blog ini. Udah ampir setahun. Semenjak kuliah memang saya jarang banget menghasilkan postingan. Kalaupun mau ngepost tulisan, biasanya cuma di blog pribadiku aja...

Anyway, kali ini saya mau sedikit bercerita soal fenomena unik yang kemarin sempat terlihat di langit Pontianak.
Kemarin, saat baru selesai kuliah, tiba-tiba ada teman yang 'rame' waktu melihat pelangi melingkari matahari. Beberapa teman terlihat heboh, dan sebagian ada yang berusaha mengabadikan pemandangan unik ini. Tapi ada yang sepertinya agak surprise melihat fenomena tersebut, dan mulai berfikir bahwa ini merupakan sebuah pertanda buruk. Bahkan ada yang mengaitkan fenomena ini dengan isu kiamat yang belakangan ramai diperbincangkan.

Sebenarnya peristiwa ini merupakan sesuatu yang lumrah terjadi. Fenomena seperti ini biasa disebut dengan fenomena halo. Fenomena ini memang jarang terjadi di Indonesia, namun di belahan bumi Eropa hal ini bukan hal yang baru dan sudah sering terjadi.

Untuk menjelaskan sebab terjadinya fenomena halo ini, berikut saya kutipkan sebuah artikel dari Borneo Tribune.

Peristiwa Matahari dikelilingi cicin pelangi di saat langit cerah tiada hujan itu disebut fenomena Halo 220 (halo dua puluh derajad). Peristiwa ini terjadi apa bila berkas cahaya Matahari menembus lapisan awan Cirrus yang tipis.

Awan Cirrus berada sekitar 7.000 km dari permukaan laut. Pada posisi setinggi ini, uap air berubah menjadi kristal es. Kristal es berbentuk heksagonal-segi enam (Gambar 2) Berkas cahaya matahari menembus kristal es yang berbentuk segi enam beraturan (besar sudut dalamnya 600). Indeks bias kristal es ini 1.31.

Berkas itu oleh kristal es dibiaskan dengan sudut deviasi sekitar 220. Berkas cahaya putih yang berasal dari Matahari ini sesungguhnya terdiri banyak warna, yaitu: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Masing-masing warna ini mempunyai indek bias yang berbeda-beda. Karena itu, setelah melewati kristal es berkas cahaya ini diuraikan menjadi sederetan warna yang disebut warna pelangi. Berkas cahaya yang warna-warni seperti warna pelangi inilah yang pada hari Jumat, 11 Juni 2010, tampak di langit Pontianak.

Pengamatan yang lebih teliti dengan indeks bias kristal es 1,317, menghasilkan sudut deviasi sebesar 21.540 bagi cahaya merah dan 22.370 bagi cahaya biru. Sudut deviasi minimum berkas cahaya yang lain berada di antara ini.

Bagian dalam cicin terlihat warna merah kuat dan tajam.. Di posisi luar cincin cahaya tampak lebih biru tetapi kurang tajam. Fenomena Halo yang sudut deviasinya sebasar 220 disebut Halo 220.

Selain Halo 220 ada jenis Halo yang lain. Jika langit tertutup awan agak tipis, di langit juga terbentuk cincin putih mengelilingi Matahari. Saat itu tidak terjadi hujan.

Cicin putih juga dapat terjadi di malam bulan purnama. Jika malam cerah, serta ada seberkas awan tipis menutup cahaya bulan sering terlihat cincin putih agak gelap mengelilingi Bulan. Itu disebut peristiwa Halo Bulan.

Penomena halo yang dikenal dengan nama kaca mata yaitu terjadi pada saat berkas cahaya Matahari menembus kabut asap. Coba perhatikan kelak jika Pontianak mengalami kabut asap. Cahaya Matahari didifransi oleh butir-butir asap yang garis tengahnya sekitar 2.18 micron. Karena terlihat ’dua’ matahari maka peristiwa ini disebut penomena Kaca mata.

Penomena Corona terjadi juga jika berkas cahaya Matahari melewati titik air (uap air) yang membentuk awan tipis yang tidak begitu putih. Berkas cahaya ini akan mengalami difraksi. Peristiwa difraksi cahaya matahari ketika memebus awan tipis yang berupa titik air tidak terjadi begitu saja. Titik-tiki air itu harus memiliki ukuran besar tertentu, yaitu sebesar 2.18 micron.

Sejauh pengamatan yang dapat dicacat, penomena Halo 220 di langit Pontianak lebih jarang terjadi dibadingkan dengan penomena Halo biasa. Peristiwa Halo biasa hampir selalu terjadi jika ada awan tipis berarakan memotong berkas cahaya Matahari. Peristiwa Halo Bulan juga sering terlihat di langit Pontianak jika bulan purnama. Halo bulan juga tidak kalah indah dari peristiwa halo 220.


Nah, mulai sekarang tidak panik lagi dong, jika nantinya melihat fenomena halo ini?

0 komentar:

Copyright © 2008 - Cuma Catatan Biasa - is proudly powered by Blogger
Blogger Template